Komisi Hubungan Antar Umat BeragamaMUI Update

MUI Sulsel Rapat Festival Budaya Antar Agama

Makassar, muisulsel.com – Indonesia dikenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna berbeda-beda tapi satu. Itulah yang membuat Indonesia bisa menggapai kemerdekaan saat ini.

Pada kesempatan kali ini, MUI Sulsel Bidang Hubungan Antar Umat Beragama (HAUB) akan mengadakan festival budaya pembawa agama masing-masing dengan mengusung tema “Saling Mengenal, Saling Memahami, Saling Menghargai”.

Untuk menindaklanjuti kegiatan festival budaya ini, MUI Sulsel bidang HAUB mengundang para pimpinan majelis agama guna membahas apa saja yang akan dipentaskan pada festival budaya tersebut. Sabtu (01/10/2022).

Sekretaris Komisi HAUB Drs. KH. Hasid Hasan, MA (berkopiah) memimpin rapat antar majelis agama di kantor MUI Sulsel

Prof. Dr. H. Wahyudin Naro, M.Hum mengawali rapat pimpinan majelis beragama mengatakan, “Masing-masing agama silakan mempersembahkan apa yang menjadi budaya-budaya pada agamanya. Misalnya umat muslim terdapat Maulid Nabi, di mana telur sebagai simbol kegiatan tersebut. Telur-telur itu dihias dan diwarnai sedemikian rupa agar menarik tampilannya. Pada umat Kristen ada istilah telur Paskah, nah ini sama-sama telur yang berarti ada kesamaan dalam budaya,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa jika festival ini terlaksana, ini akan menjadi yang pertama untuk umat yang berbeda agama membuat sebuah kegiatan bersama dalam festival budaya agama. “Ini bisa jadi yang pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di Indonesia,” ungkap Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar.

Kegiatan ini, lanjutnya, bertujuan ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa inilah Indonesia yang harmonis dengan agama yang berbeda-beda.

Pengurus MUI Sulsel (Berkopiah) foto bersama dengan Pengurus Agama lainnya usai rapat

Prof. Wahyudin Naro mengharapkan bahwa sekiranya para tamu undangan yang hadir dalam rapat saat setelah kembali ke tempat masing-masing nanti dapat mendiskusikan tentang kegiatan ini dan apa yang akan ditampilkan pada festival budaya nanti.

Turut hadir dalam rapat tersebut selain dari Ketua Bidang Komisi HAUB bersama beberapa anggota bidang, jg dihadiri dari perwakilan agama Buddha yakni A.Teddy Lira, SE, dan Jonathan Yuen dari Permabudhi Sulsel, Pendeta Yohanis Intris dari Persatuan Gereja sulselbara dan Pastur Albert Arina dari Keuskupan Agung Makassar. (NAP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.